Kamis, 22 Januari 2009

Siang menjelang

Ketika semua stasiun televisi rame-rame menyiarkan berita, artinya siang telah menjelang. Sementara kuhentikan aktivitas rutinku sebagai pegawai di pemerintahan. Mulai buka blog dan nulis. Tidak banyak inspirasi dan ide yang ingin ditulis. Cuma ingin menumpahkan isi hatiku siang ini.
Berita-berita masih dinominasi oleh sisa-sisa kebiadaban zionis israel kepada rakyat gaza. Begitu banyak opini dan keinginan untuk membawa negara penjajah itu ke mahkamah international, namun ada juga yang menolak bahkan bungkam. Keinginan itu karena kebrutalan dan kebiadaban mereka membombardir rakyat tak berdosa dengan menggunakan senjata ilegal dan membahayakan. Negara dengan penghuni yahudi tersebut menggunakan zat berbahaya tersebut.
Sebagaimana sebuah bangsa, maka yahudi mempunyai sejarah yang sangat panjang. Kehidupan dan watak bangsa tersebut secara nyata digambarkan dalam kitab-kitab agama samawi termasuk dalam al-Qur'an. Begitu banyak keterangan baik ayat al-Qur'an maupun hadits shahih yang menerangkan keberadaan bangsa tersebut. Dalam sejarahnya, terakhir yahudi dikisahkan tidak mempunyai wilayah karena sisa-sisa bangsa yahudi di Plaestina peninggalan Nabi Sulaiman AS dihancur leburkan oleh Nebukadnezar dari Babilonia. Mereka menjadi bangsa diaspora yang menyebar di negara-negara Eropa.
Kemudian bangsa yahudi bermigrasi ke benua baru Amerika dan diterima dengan baik oleh umat Islam di Turki. Seperti diceritakan dalam kitab-kitab suci tentang kelicikan bangsa yahudi maka kebaikan umat islam di Turki pun dikhianatinya. Mereka merencanakan untuk membuat negara baru yang bernama Israel dengan mencaplok negara Palestina yang dihuni oleh muslim Arab. Palestina menurut mereka merupakan tanah yang dijanjikan sehingga direbut kembali dari tangan muslim arab.
Setelah melalui proses berliku dan penuh dengan intrik maka negara Israel didirikan tahun 1948 setelah mendapat restu dari Inggris yang waktu itu menguasai sebagian besar wilayah jazirah Arab.
Karena proses yang zhalim maka kehidupan bangsa Israel tidak pernah lepas dari tentangan penduduk lokal Palestina hingga akhirnya muncul gerakan intifadhah yang melakukan perlawanan di segala sendi kehidupan sampai yang paling terakhir mencuat adalah dengan militer.
Pelopor gerakan tersebut adalah HAMAS yang dibidani oleh aktivis Ikhwanul Muslimin. Perlawanan terus berkobar sampai dengan terjadinya tragedi kemanusiaan di penghujung tahun 2008 tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar